Mencegah Kematian Bibit Lele Pada Awal Budidaya

Diposkan oleh : 

Mas Anto

 / March 24, 2016On Budidaya Ikan Lele

Sangat mudah untuk dijumpai postingan di forum-forum yang menyatakan bahwa ikan lele mengambang di permukaan, berputar-putar, berdiri tegak ikut upacara dan kena penyakit ini itu dan pada akhirnya berujung pada kematian. Semangat yang berlebihan di awal budidaya terkadang membuat kita terlupa untuk mempersiapkan media air tempat lele hidup dan tumbuh dengan baik.

Kontruksi Kolam

Kolam hendaknya dirancang untuk mempermudah perawatan, pergantian air dan pembuangan kotoran seperti kolam central drain.

Sterilisasi Kolam

Untuk kolam terpal/semen, kolam dibersihkan dari kerak atau lumut dan cuci dengan disinfectant atau direndam dengan kaporit 1 jam lalu buang dan bilas sampai bersih. Untuk kolam baru dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa bahan kimia. Untuk kolam tanah, lakukan pengeringan, pengapuran dll.

Persiapan Media

Persiapan media adalah langkah awal budidaya yang penting untuk menyediakan media bagi lele untuk hidup dan tumbuh. Standard kualitas media air bagi tumbuh kembangnya ikan lele adalah :

  1. Ph air pada kisaran normal 7-8.
  2. Kadar oksigen terlarut dalam air (dissolved oxygen-DO) 5 ppm.
  3. Suhu ideal air kolam 28 derajat Celsius.

Harus disadari bahwa ikan lele terutama yang masih kecil (benih) sangat rentan terhadap segala bentuk perubahan baik itu pH maupun suhu dan kurang suka air baru.

Persiapan media adalah mengkondisikan air agar “matang/mature” bisa melalui :

  • Pengendapan di kolam minimal selama 1 minggu, jika punya Aerator dapat dinyalakan 24 jam.
  • Cek pH air setiap hari sampai mencapai pH ideal 7-8.
  • Untuk menurunkan pH dapat memakai daun ketapang atau bonggol pisang.
  • Penambahan garam krosok 100gr/m3, bertujuan untuk menekan pertumbuhan jamur/parasit dan menetralkan pH. Dapat juga menggunakan kapur Dolomit untuk kolam dengan media tanah/semen yang cukup luas.
  • Khusus untuk kolam statis dengan minim pergantian air, sangat disarankan untuk mempergunakan aplikasi mikroba (bisa pakai Petrofish buatan Petrokimia Gresik) untuk membantu mengolah limbah organik dari feses dan sisa-sisa pakan.
  • Daun papaya dapat juga diberikan di kolam selain untuk menetralkan pH juga sebagai tempat “nangkring” benih.
  • Untuk benih, jangan ragu untuk mempergunakan sirkulasi kecil untuk membantu menyediakan kadar oksigen terlarut yang cukup dalam air. Jangan sekali-kali menebar benih lele pada air yang masih baru karena benih lele bisa stress dan bisa mati. Sebaiknya mempergunakan air sumur dan bukan air dari PDAM karena dikhawatirkan masih mengandung kaporit.

Sepanjang kita dapat memenuhi standard kualitas air seperti diatas sepanjang masa budidaya, diharapkan dapat menekan tingkat kematian

Kontruksi Kola

Kolam hendaknya dirancang untuk mempermudah perawatan, pergantian air dan pembuangan kotoran seperti kolam central drain.

Sterilisasi Kolam

Untuk kolam terpal/semen, kolam dibersihkan dari kerak atau lumut dan cuci dengan disinfectant atau direndam dengan kaporit 1 jam lalu buang dan bilas sampai bersih. Untuk kolam baru dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa bahan kimia. Untuk kolam tanah, lakukan pengeringan, pengapuran dll.

Persiapan Media

Persiapan media adalah langkah awal budidaya yang penting untuk menyediakan media bagi lele untuk hidup dan tumbuh. Standard kualitas media air bagi tumbuh kembangnya ikan lele adalah :

  1. Ph air pada kisaran normal 7-8.
  2. Kadar oksigen terlarut dalam air (dissolved oxygen-DO) 5 ppm.
  3. Suhu ideal air kolam 28 derajat Celsius.

Harus disadari bahwa ikan lele terutama yang masih kecil (benih) sangat rentan terhadap segala bentuk perubahan baik itu pH maupun suhu dan kurang suka air baru.

Persiapan media adalah mengkondisikan air agar “matang/mature” bisa melalui :

  • Pengendapan di kolam minimal selama 1 minggu, jika punya Aerator dapat dinyalakan 24 jam.
  • Cek pH air setiap hari sampai mencapai pH ideal 7-8.
  • Untuk menurunkan pH dapat memakai daun ketapang atau bonggol pisang.
  • Penambahan garam krosok 100gr/m3, bertujuan untuk menekan pertumbuhan jamur/parasit dan menetralkan pH. Dapat juga menggunakan kapur Dolomit untuk kolam dengan media tanah/semen yang cukup luas.
  • Khusus untuk kolam statis dengan minim pergantian air, sangat disarankan untuk mempergunakan aplikasi mikroba (bisa pakai Petrofish buatan Petrokimia Gresik) untuk membantu mengolah limbah organik dari feses dan sisa-sisa pakan.
  • Daun papaya dapat juga diberikan di kolam selain untuk menetralkan pH juga sebagai tempat “nangkring” benih.
  • Untuk benih, jangan ragu untuk mempergunakan sirkulasi kecil untuk membantu menyediakan kadar oksigen terlarut yang cukup dalam air. Jangan sekali-kali menebar benih lele pada air yang masih baru karena benih lele bisa stress dan bisa mati. Sebaiknya mempergunakan air sumur dan bukan air dari PDAM karena dikhawatirkan masih mengandung kaporit.

Sepanjang kita dapat memenuhi standard kualitas air seperti diatas sepanjang masa budidaya, diharapkan dapat menekan tingkat kematian